Bukan kapitalis, bangsa Indonesia!
Indonesia adalah negara demokrasi pancasila.
Pemimpinnya adil bijaksana
Rakyatnya makmur sentosa
Tidak ada korupsi di Indonesia
Dari presiden, mentri, lurah, hingga ketua RT,
Semuanya jujur, bersih, berwibawa.
Parlemen di Indonesia?
Luar biasa!
Siang malam mikir nasib rakyat jelata.
Gaji mereka tidak tinggi.
Tunjangan yang tidak perlu? Mereka tolak semuanya!
Mereka sumbangkan sebagian gaji,
untuk rakyat yang sedang sengsara
ditimpa bencana
Di Indonesia orang bebas beribadah setiap waktu
tidak ada rumah ibadah yang diganggu, diserbu, atau dibakar jadi abu
Membangun rumah ibadah, luar biasa mudahnya
rakyatnya bahu membahu, saling membantu bekerja sama
membangun mesjid, gereja, pura, atau vihara.
Di Indonesia,
pendidikan sangat dijunjung tinggi
anggaran negara banyak dipakai
untuk membangun sekolah bermutu,
dan memberi para guru gaji yang tinggi
dan membiayai uang sekolah murid tak mampu
Perpustakaan dibangun di mana mana
pendidikan guru luar biasa
ratusan ribu siswa dikirim ke penjuru dunia
menggali ilmu, mengembangkan diri
supaya lebih mampu membangun negri.
Indonesia selalu bersatu
tak pernah ada perkelahian antar suku
tak pernah ada kerusuhan, perkosaan, dan penjarahan,
Kalau ada yang bilang begitu, itu bohong!
Propaganda palsu media barat, yang iri hati melihat kemakmuran indonesia.
Inilah ibu pertiwi,
jauh di mata, dekat dihati
kemanapun aku pergi,
pasti 'kan kembali
tlhs, april 2005
Tuesday, April 26, 2005
Sunday, April 17, 2005
Ayat-ayat Kitab Suci
Beberapa kali saya membaca perdebatan antara dua orang yang beragama sama, tetapi bertentangan pendapat. Anehnya, mereka dengan sangat lancarnya mengutip ayat-ayat kitab suci yang mendukung argumen masing-masing!
Saya pun dapat berbuat serupa, yaitu mengutip ayat-ayat kitab suci yang akan mendukung semua argumen saya. Ini saya kira bukan hal yang sulit.
Tetapi saya tidak akan melakukan hal itu. Dan selama ini pun saya cukup konsisten, yaitu tidak pernah mengutip ayat-ayat hanya sekedar untuk mendukung pendapat saya. Bahkan saya sangat jarang mengutip ayat apa pun di dalam semua posting saya.
Sikap saya tentang kitab suci adalah sebagai berikut.
Pesan Tuhan terhadap manusia hanya bisa dipahami secara benar jika kita membaca kitab suci sebagai keseluruhan. Karena itu debat antar agama di berbagai milis sering nampak konyol, yaitu ketika penganut agama A mengutip potongan-potongan ayat kitab suci agama B untuk menunjukkan kekeliruan agama B!
Karena itu yang saya coba lakukan adalah menangkap inti ajaran agama saya yang, menurut saya, hanya dapat dilakukan dengan membaca Bible sebagai keseluruhan dari ayat pertama kitab Kejadian hingga ayat terakhir kitab Wahyu. Membaca kutipan-kutipan ayat tanpa memahami inti ajaran tersebut, menurut saya, adalah hal yang sia-sia saja.
Macam-macam Agama
Apakah mustahil bahwa semua agama di dunia sebenarnya menyembah Tuhan yang sama? Perbedaannya bukan pada Tuhan-nya, tetapi pada konsep tentang Tuhan itu sendiri. Konsep Tuhan menurut Kristen berbeda dengan konsep Tuhan menurut Islam, atau konsep Tuhan menurut Hindu. Mungkin salah satu dari konsep itu keliru atau kurang tepat. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya orang Kristen, orang Islam, atau orang Hindu menyembah Tuhan yang sama!
Sekarang andaikan bahwa anda memang benar, yaitu bahwa agama-agama yang ada menyembah Tuhan-Tuhan yang berbeda. Barangkali Tuhan yang anda sembah akan mengatakan bahwa orang-orang yang menyembah Tuhan lain akan masuk neraka. Bagaimana jika ada suatu agama yang Tuhannya akan mengatakan bahwa orang orang yang menyembah Tuhan yang lain masih bisa selamat dan masuk surga? Lepas dari benar atau salah, saya cenderung untuk mengatakan bahwa Tuhan yang terakhir ini adalah Tuhan yang lebih berbelas kasih. Bahkan saya berani berkata bahwa Tuhan yang terakhir ini adalah Tuhan yang lebih masuk akal (meminjam pengertian anda tentang "masuk akal").
Penduduk dunia saat ini kurang lebih 6,5 milyar orang. Andaikan hanya satu agama, yaitu agama Kristen yang benar, dan pemeluk agama lain akan masuk neraka. Pemeluk agama kristen kurang lebih 33% dari seluruh populasi. Berarti yang tidak memeluk agama kristen dan akan masuk neraka jumlahnya adalah 67% atau sama dengan 4.35 milyar orang!
Bagi saya akan sulit sekali rasanya untuk menyembah Tuhan yang akan memasukkan 4.35 milyar manusia ke dalam neraka hanya karena menganut agama yang berbeda. Banyak sekali orang di dunia barat (yang kebanyakan beragama kristen) yang merasa sedih dan berduka melihat lebih dari 150 ribu orang di aceh (yang kebanyakan beragama bukan kristen) menjadi korban bencana alam. Bayangkan bagaimana "perasaan" Tuhan sewaktu harus memasukkan 4,35 milyar orang ke dalam neraka!
Sulit saya percayai bahwa Tuhan akan memasukkan orang-orang baik yang tulus dan berbudi luhur ke dalam neraka hanya karena kebetulan beragama lain!
Selain itu, sangat banyak manusia di muka bumi ini yang belum pernah memperoleh kesempatan untuk mempelajari isi ajaran agama lain dengan benar. Bermilyar-milyar manusia hanya sempat mempelajari satu agama saja seumur hidupnya. Mereka pasti pernah mendengar tentang agama-agama lain, bahkan mungkin pernah membaca serba sedikit tentang agama lain. Tetapi mereka tidak pernah punya kesempatan untuk mempelajari dengan benar isi ajaran agama lain. Kalau kemudian mereka harus masuk neraka karena salah pilih agama, bukankah ini sangat tidak masuk akal? Bukankah "kekeliruan" mereka dalam memilih agama itu bukan karena kesalahan mereka?
Saya kira saya nggak pernah punya pendapat bahwa semua agama itu sama saja, atau semua agama itu sama benarnya. Saya akan mengatakan dua hal:
1. Semua agama mengandung kebenaran. Apakah anda tidak setuju, misalnya, dengan ajaran Buddha yang mengatakan bahwa kita harus berbelaskasih kepada semua makhluk dan mengusahakan kebahagiaan semua makhluk, seperti terungkap dalam ucapan seorang Buddhist: "Semoga semua makhluk berbahagia". Agama Buddha adalah salah satu contoh agama yang tidak pernah mengatakan bahwa penganut agama lain akan masuk neraka!
2. Apabila saya memeluk suatu agama yang ajarannya keliru total, apakah masih tertutup kemungkinan bagi Tuhan untuk berbelas kasih pada saya dan memasukkan saya ke surga asalkan saya berkehendak baik dan berbudi luhur? Bukankah ini menunjukkan sikap Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang?
Tentu saja pada akhirnya semua ini kan "terserah pada Tuhan". Ini adalah hak prerogatif Tuhan untuk mengambil keputusan apapun.
Selama ini saya memandang diri saya sendiri sebagai seorang yang masih terus mencari. Meskipun anda membaca argumen-argumen saya yang berbau "ngotot mempertahankan pendapat", tetapi di dalam batin saya selalu terbuka kemungkinan bahwa semua keyakinan saya adalah keliru.
Sampai hari ini saya masih percaya pada Tuhan yang berbelas kasih pada SEMUA manusia, tanpa memandang suku, ras, dan agama. Saya percaya pada Tuhan yang melihat ke dalam inti batin manusia dan membantu SEMUA manusia untuk menjadi manusia yang berbudi luhur. Saya percaya pada Tuhan yang tidak akan memasukkan manusia ke dalam neraka hanya karena "keliru" memilih agama.
Tentu saja keyakinan saya ini bisa salah. Bisa saja Tuhan yang sebenarnya ternyata jauh berbeda. Barangkali Tuhan yang anda sembahlah yang benar, siapa tahu? Barangkali suatu saat nanti anda bisa meyakinkan saya bahwa Tuhan yang anda sembahlah yang sejati.
Agama Inklusif
"Agama Inklusif" mengatakan bahwa:
1. Si penganut percaya bahwa agama yang dia anut adalah yang paling benar. Ini sangat wajar. Jika dia tidak percaya agamanya sendiri paling benar, berarti dia beriman secara tanggung, bukan?
2. Pada saat yang sama, si penganut juga yakin bahwa agama lain juga mengandung kebenaran, dan bahwa penganut agama lain BISA mencapai keselamatan.
3. Si penganut yakin bahwa kemungkinan penganut agama lain mencapai keselamatan, dan kebenaran agama lain, mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebenaran yang ada di dalam agama si penganut itu sendiri. Inilah yang dimaksud dengan istilah "inklusif".
Sebaliknya, "agama eksklusif" menyatakan bahwa hanya ada SATU jalan keselamatan, yaitu melalui satu agama yang paling benar. Jadi penganut agama eksklusif yakin bahwa:
1. Agama lain sama sekali tidak mengandung kebenaran.
2. Semua penganut agama lain tidak mungkin mencapai keselamatan.
Wednesday, April 13, 2005
Masuk Akal?
Penalaran adalah suatu proses. Dan "masuk akal" adalah kesimpulan yang diambil setelah proses itu.
Untuk mempermudah pembahasan, biasanya orang memandang suatu statement yang merupakan hasil dari penalaran. Misalnya: "Jumlah sudut dalam suatusegitiga selalu 180 derajat". Statement ini diperoleh dari proses penalaran, berdasarkan data-data yang diberikan. Misalnya, bahwa kita punya segitiga yang berada pada bidang datar. (Jika segitiga berada padapermukaan bola, maka jumlah sudutnya lebih dari 180 derajat).
Jadi penalaran adalah suatu proses untuk memeriksa kebenaran suatu statement, atau proses untuk sampai ke statement itu sendiri.
Secara umum, "kebenaran" (sejauh itu bisa dijangkau oleh manusia) bisa dicapai melalui tiga kemungkinan:
1. Pengamatan/eksperimen
2. Pengalaman
3. Penalaran (reasoning)
Proses penalaran bisa gagal atau menghasilkan kesimpulan yang salah:
1. data yang tersedia cukup, tetapi kesimpulan yang diambil salah
2. tidak tersedia cukup data untuk bisa mengambil kesimpulan yang benar.
Bagi manusia di jaman dahulu, statement "bumi mengelilingi matahari"adalah statement yang tidak masuk akal. Mengapa? Sebab saat itu tidak tersedia data untuk bisa mengambil kesimpulan yang lain. Satu-satunya data yang tersedia adalah pengamatan bahwa matahari terbit di timur dan tenggelam di barat.
Ngomong-ngomong, dari mana anda tahu bahwa bumi mengelilingi matahari? Dapatkah anda mengambil kesimpulan seperti itu hanya dengan memandang"pergerakan" matahari setiap hari? Anda percaya bahwa bumi mengelilingimatahari, karena demikianlah yang dikatakan di dalam buku-buku pelajaranatau textbook. Tetapi dapatkah anda membuktikan dengan penalaran andasendiri, sehingga statement "bumi mengelilingi matahari" itu menjadistatement yang masuk akal bagi anda?
Jadi "masuk akal" itu bergantung pada pengetahuan kita. Apa yang masuk akal bagi si A belum tentu masuk akal bagi si B. Apa yang tidak masuk akal bagi manusia di masa kini, mungkin akan masuk akal bagi manusia di masa depan. Memang ada yang namanya "common sense", yaitu apa yang masuk akal bagi kebanyakan orang. Tetapi itu sangat terbatas.
Tuesday, April 12, 2005
Illusions
I wake up in the morning, and I realize that I am surrounded by millions of illusions. But I acknowledge them, and destroying them one at a time. I will not be able to overcome all those illusions. That's another illusion. I am still going to be a fool till the end of my life. But at least I am aware about that.
Subscribe to:
Posts (Atom)