Thursday, December 21, 2006

Memahami Kata-Kata

Tadinya saya mengira bahwa belajar bahasa asing itu cuma sekedar
menghapalkan padanan satu kata dalam bahasa indonesia kepada satu kata
dalam bahasa asing (semacam korespondensi satu-satu).


Tetapi bahasa bukan sekedar kumpulan kata-kata, melainkan juga struktur
kata-kata. Jadi ada masalah grammar. Setelah grammar dipahami, Eh,
ternyata ada masalah lain, yaitu ada ungkapan-ungkapan yang sulit atau
bahkan mustahil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Mengapa demikian? Ternyata ada REALITA yang dialami bangsa asing itu
(yang kemudian ditunjuk oleh ungkapan tadi) yang TIDAK dialami oleh
orang indonesia. Jika ada pengalaman yang serupa yang dialami orang
indonesia, maka mudah saja. Tinggal mencari ungkapan bahasa indonesia
yang menunjuk realita yang sama. Maka itulah terjemahannya.


Satu-satunya jalan untuk memahami ungkapan tadi, adalah dengan
MENGALAMI realita itu terlebih dahulu. Memang tetap tidak akan bisa
menterjemahkan ke bahasa indonesia, tetapi sekarang kita MENGERTI apa
maksud ungkapan tadi.


Sama halnya dengan perkataan "hijau", misalnya. Orang yang buta sejak
lahir akan sulit atau mustahil memahami arti perkataan "hijau" itu.
Orang melek (yang tidak buta warna) bisa mengerti karena sudah terlebih
dahulu mengalami.


Anda pasti pernah mendengar cerita tentang Hellen Keller yang buta dan
tuli sejak lahir. Sangat menarik membaca tentang riwayat hidupnya.
Bagaimana caranya beliau memahami arti kata-kata. Guru private beliau
selalu mengajak beliau keluar rumah, dan mengalami realita di luar
(dengan indra perabanya) sebelum mulai mengajarkan kata-kata baru.