Sunday, December 4, 2005

Omong Kosong

Tulisan, kata-kata, atau argumen yang paling hebat dan canggih sekalipun
akan menjadi omong kosong, jika tidak dipahami. Bayangkan, sebuah argumen
yang sangat hebat dan berisi, tetapi diucapkan dalam suatu bahasa yang
kita tidak mengerti. Maka itu akan menjadi omong kosong belaka.

Kata-kata menjadi berisi karena:
- Mempunyai makna yang kuat,
- Dipahami oleh yang menerima kata-kata,
- Menginspirasi yang menerima kata-kata untuk maju, menjadi manusia yang
lebih baik.

Friday, December 2, 2005

Fundamentalisme

Definisi:
Sikap otoriter konservatif dalam agama, yang terutama dicirikan oleh:
- pemahaman literal (harafiah) terhadap kitab suci
- ketaatan pada ritual dan doktrin-doktin tradisional (yang disebut sebagai ajaran yang fundamental, murni)

Friday, November 25, 2005

Anthony de Mello

Saya kebetulan sudah membaca hampir semua tulisan de Mello, bertahun-tahun lalu. Yang banyak dibaca orang adalah kumpulan-kumpulan cerita. Tetapi dia juga menulis berbagai tulisan tentang berdoa, meditasi, dan renungan.

Satu hal yang segera menarik perhatian saya, adalah suasana "kerendahan hati" dan "pencarian" yang tak kunjung selesai. Dalam salah satu tulisannya, ia berbicara tentang keresahan jiwanya yang terus mencari.

Saya bukan mau mengatakan bahwa rekan-rekan telah memahami tulisan-tulisan de Mello secara keliru, atau sebaliknya, secara tepat. Saya hanya mau mengatakan bahwa kalau tulisan-tulisan de Mello dibaca secara keseluruhan (baik yang berupa kumpulan cerita maupun yang bukan), maka saya melihat suatu keterbukaan terhadap perubahan, suatu pencarian tanpa akhir.

Kalau ada tulisannya yang menimbulkan kesan seolah-olah mengintroduksi suatu ajaran "baru" yang mungkin ndak sesuai dengan ajaran standard (katolik atau protestan), rasanya itu justru bertentangan dengan esensi sikap de Mello yang justru menolak penciptaan dogma-dogma. Perhatikan
bahwa banyak sekali cerita-cerita dalam bukunya yang justru mentertawakan bagaimana hal-hal yang sebenarnya tidak bernilai spiritual lantas dibuat menjadi dogma oleh manusia.

Saya lebih melihat pemikiran-pemikiran de Mello sebagai "temporary ideas" yang hanya merupakan bagian dari proses mencari. Karena itu, meskipun ada sebagian dari temporary ideas de Mello yang mungkin tidak saya setujui, saya toh tetap merasa comfortable dengan tulisan-tulisan de Mello.

Wednesday, November 23, 2005

Limitations of Logic

1. Logic cannot deduce the existence of elementary facts. Elementary facts are facts that can only be known through observation alone.

2. Valid logic does not always lead to correct conclusion. Logic can deduce the conclusion by finding the relations between elementary facts. But the elementary facts have to be available first (see no. 1 above). If you start with wrong elementary facts, you will get wrong conclusion, eventhough you have a valid reasoning.

3. The correct conclusion will still be limited by the elementary facts being given. If new elementary facts are given, the conclusion might change.

Tuesday, November 22, 2005

Yesus, Tuhan?

Pertanyaannya: Apakah Tuhan TIDAK MAMPU menjelma menjadi manusia biasa, ataukah Tuhan TIDAK MAU menjelma menjadi manusia biasa.

Segala argumentasi "akal sehat" atau "logika" menimbulkan kesan bahwa Tuhan TIDAK MAMPU menjelma menjadi manusia biasa.

Seperti pernah dikatakan berulang-ulang, Tuhan mestinya tidak dibatasi oleh apa yang masuk akal atau tidak masuk akal menurut logika manusia.

Saya lebih bisa memahami kritik terhadap kekristenan yang berdasarkan pertanyaan: Apakah Tuhan MAU (berkehendak) untuk menjelma menjadi manusia biasa atau tidak. Dengan kata lain, yang dipersoalkan bukannya mungkin atau tidak mungkin (sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil), melainkan apakah Tuhan berkehendak atau tidak, dan apakah memang terjadi demikian.

Saya menduga, orang yang menentang ketuhanan Yesus, belajar dari agamanya yang mengajarkan bahwa Tuhan tidak BERKEHENDAK untuk menjelma menjadi manusia Yesus, sehingga penjelmaan (inkarnasi) Tuhan sebagai manusia tidak pernah terjadi. Kalau demikian, itulah dasar kritikannya. Bukan mungkin atau tidak mungkin.

Nabi Terakhir

Nabi terakhir adalah nabi yang mengumumkan bahwa semua orang bisa menjadi nabi ....

Orang kristen percaya pada "Roh Kudus". Siapakah yang dimaksud dengan "Roh Kudus"? Menurut saya "Roh Kudus" adalah julukan yang diberikan pada Tuhan yang hadir di dalam kehidupan manusia. Bukankah kehadiran Tuhan itu jauh melebihi sekedar "firman" yang berwujud kata-kata belaka? Bukankah itu berarti bahwa Tuhan "berfirman" (hadir) kepada
semua orang? Apa definisi orang yang menerima firman Tuhan?

Monday, November 21, 2005

Membuktikan Kebenaran Agama

Apakah itu yang dimaksud dengan "membuktikan"?

Waktu kita masih sekolah smp, membuktikan hukum Pythagoras sudah termasuk sulit.

Membuktikan hukum pythagoras jelas jauh lebih mudah daripada membuktikan teori Einstein. Dulu, saya mengira bahwa pembuktian teori Einstein adalah bagian tersulit dari fisika. Ternyata dugaan saya meleset. Masih ada teori-teori lain yang pembuktiannya jauh lebih sulit daripada teori Einstein.

Sesulit-sulitnya teori-teori fisika, pembuktian kebenaran agama jauh lebih sulit lagi! Para filsuf dan teolog besar sepanjang jaman membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun hanya untuk membuktikan sebagian sangat kecil saja dari kebenaran agama. Itupun kemudian masih bisa diperdebatkan!

Pertama-tama, menurut saya, sulitnya pembuktian kebenaran agama malah membuat agama menjadi demokratis. Mengapa? Karena orang yang berpendidikan paling tinggi sekalipun tidak bisa mengklaim bahwa dia lebih memahami agama, hanya karena ia berpendidikan tinggi.

Kedua, sesuatu yang mudah dibuktikan, rasa-rasanya kok diragukan nilainya. Saya ndak mengatakan bahwa derajat kesulitan berbanding lurus dengan nilai. Tetapi sesuatu yang bernilai tinggi, mestinya juga ndak sedemikian mudah diperoleh.

Ketiga, sulitnya pembuktian menyadarkan orang bahwa penghayatan agama bukan bergantung pada pembuktian.

Kalau suatu agama X sedemikian mudah dibuktikan kebenarannya, dan kalau penghayatan orang bergantung pada pembuktian, mengapa bermilyar-milyar manusia tidak berduyun-duyun memeluk agama X? Kenyataannya, justru semakin banyak orang yang meninggalkan agama!