Tuesday, November 22, 2005

Yesus, Tuhan?

Pertanyaannya: Apakah Tuhan TIDAK MAMPU menjelma menjadi manusia biasa, ataukah Tuhan TIDAK MAU menjelma menjadi manusia biasa.

Segala argumentasi "akal sehat" atau "logika" menimbulkan kesan bahwa Tuhan TIDAK MAMPU menjelma menjadi manusia biasa.

Seperti pernah dikatakan berulang-ulang, Tuhan mestinya tidak dibatasi oleh apa yang masuk akal atau tidak masuk akal menurut logika manusia.

Saya lebih bisa memahami kritik terhadap kekristenan yang berdasarkan pertanyaan: Apakah Tuhan MAU (berkehendak) untuk menjelma menjadi manusia biasa atau tidak. Dengan kata lain, yang dipersoalkan bukannya mungkin atau tidak mungkin (sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil), melainkan apakah Tuhan berkehendak atau tidak, dan apakah memang terjadi demikian.

Saya menduga, orang yang menentang ketuhanan Yesus, belajar dari agamanya yang mengajarkan bahwa Tuhan tidak BERKEHENDAK untuk menjelma menjadi manusia Yesus, sehingga penjelmaan (inkarnasi) Tuhan sebagai manusia tidak pernah terjadi. Kalau demikian, itulah dasar kritikannya. Bukan mungkin atau tidak mungkin.