As a catholic, I am well aware about the error, sins, and mistakes done by the catholic church. And I am not going to justify any of all those mistakes by pointing out the mistakes done by people of other religion.
On the other hand, accepting the wrongdoings of the church does not make me agree with the wrongdoings done by people of other religion either.
Many things about catholic church which I don't agree or proud of, but I am still loyal to my church. Or maybe I am loyal precisely because of all those weaknesses?
I think we should clarify the meaning of "Catholic Church". Is it sufficient to describe the wholeness of the church just by looking at "a bunch of old people in vatican"?
Of course we can view the church as an "organization" (although the word "organization" is somehow inappropriate in my opinion). But the dynamics and diversity of ideas within the church can never be represented by merely a handful of person(s) who happen to be the leader(s) of the church.
Just by looking at writings or lifestories of Teilhard de Chardin, Hans Kung, de Mello, R. Panikkar, and many more, you will see the diversity inside the church. These people are loyal members of the church, but with such a different or often opposing ideas to the formal disposition of the pope.
I am just a layman, like hundreds of millions other catholics around the world. But even among the laymen, there are many different views also. Many of us go to the church every Sunday, attending the mass, and listen to the sermon. But that probably is the only contact we have with the catholics authority. The rest of our daily life are shaped by our own spiritual view, which might be different from the content of the sermon we hear each and every Sunday.
And that, my friend, constitutes the real and significant part of what you call "Catholic Church". And that also describe an important difference between today's church and the church of middle ages where the church authority had a very influential power over the daily life of the people, over the state, the politics, science, etc. Today, that power has been reduced to a very minimum, or probably to almost zero.
Saturday, September 16, 2006
Wednesday, August 9, 2006
Kerendahan Hati

Di mana pun orang berada, sikap rendah hati itu lebih menguntungkan daripada kesombongan. Kalau kita berada di awal perjalanan, sikap rendah hati bisa menyingkirkan hambatan untuk bergerak maju. Kalau ada di pertengahan jalan, kerendahan hari bisa menjaga kita supaya tetap maju dan bukannya malah mundur. Kalau sudah sampai di ujung jalan, kerendahan hati mencegah kita untuk tidak jatuh kembali ke awal perjalanan.
Monday, July 31, 2006
Bermain Gitar

Sebagai seorang pemain gitar, saya punya macam-macam konsep tentang gitar dan permainannya. Konsep itu sering muncul dalam acara ngobrol-ngobrol bersama teman, atau posting di milis gitar.
Tetapi ketika sedang bermain gitar, semua konsep itu menguap tanpa bekas. Yang ada hanya denting-denting suara gitar yang menembus telinga, masuk ke dalam jiwa.
Seberapapun canggih konsep yang ada di otak saya, itu sama sekali tidak dapat menggambarkan alunan merdu suara gitar, atau menggambarkan jari-jari yang menari-nari secara spontan tanpa disadari ke mana arahnya.
Kadang-kadang saya berusaha menjelaskan kepada orang lain tentang permainan gitar yang saya mainkan. Tetapi penjelasan saya itu tidak menjelaskan apa-apa. Sebab ketika saya memainkan gitar, orang toh tidak bisa merasakan kaitan antara konsep dengan suara denting gitar yang didengarnya.
Apakah konsep tidak ada gunanya? Ketika saya mulai belajar gitar, konsep-konsep itu memang banyak membantu. Konsep-konsep itu membantu saya memahami memahami struktur, harmonisasi, chord progession, melodi, dan sebagainya. Namun setelah konsep dipahami, maka tinggal satu hal yang tersisa: suara gitar itu sendiri!
Suara denting senar gitar yang mengalun itu ternyata jauh melampaui konsep apapun! Tidak ada satu konsep-pun yang dapat menggambarkan bagaimana suara gitar itu bisa terdengar begitu indah.
Saya ingat, suatu hari menghadiri sebuah resital gitar. Sang pemain memainkan sebuah lagu klasik yang terkenal. Permainannya sempurna, tidak ada yang keliru, persis sesuai dengan apa yang tertulis di partitur. Tetapi toh terasa kering dan hambar. Ada sesuatu yang hilang, yang tidak bisa dijelaskan dengan konsep apapun. Teman-teman saya setuju dengan pendapat saya. Mereka mengatakan bahwa permainannya "tidak berjiwa". Tetapi ketika saya tanya: "Apa maksudnya tidak berjiwa?", mereka cuma geleng-geleng kepala. "Pokoknya tidak berjiwa. Titik!"
Kalau dipikir-pikir, ini cukup mengherankan. Dua orang memainkan musik dari partitur yang sama, sempurna, persis seperti yang tertulis dipartitur. Lha, kok, yang satu berjiwa, yang lainnya tidak?
Monday, July 24, 2006
Kebenaran

Ada orang yang bilang bahwa ada banyak jalan menuju kebenaran.
Tapi jalan mana pun yang harus ditempuh, jalan itu harus dilalui juga.
Kebenaran tidak bisa dicapai dengan melompat langsung ke ujung jalan.
Orang yang jujur: mengakui bahwa ia masih dalam perjalanan.
Pembohong: mengaku sudah sampai di ujung jalan, padahal belum melalui jalannya, bahkan mungkin baru saja memulai perjalanan.
Friday, July 21, 2006
Menjadi Bodoh

Banyak tokoh-tokoh besar dunia (Yesus, Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, dll) yang mengabdikan hidupnya demi orang-orang bodoh, miskin, tertindas, tak berdaya, terpinggirkan.
Orang-orang pandai seperti para ulama atau ahli taurat sulit memahami apalagi mempercayai pesan yang disampaikan oleh Yesus, misalnya. Tetapi rakyat jelata yang bodoh ternyata bisa memahaminya dengan lebih baik.
Apa yang terjadi ketika Yesus berkhotbah di bukit? Apapun yang terjadi, khotbah itu meninggalkan kesan yang mendalam di hati pada hadirin (yang mungkin sebagian besar adalah rakyat jelata yang bodoh). Saya kira inilah ciri-ciri orang besar: mereka diterima dan dicintai oleh rakyat jelata, bodoh, miskin, tertindas. terpinggirkan. Bukan hanya diterima, tetapi juga dipahami (jika tidak, bagaimana mungkin orang banyak akan tergerak?).
Saya tidak pernah mendengar atau membaca pidato Gandhi atau Martin Luther King di hadapan orang banyak. Tetapi saya yakin bahwa mereka tidak akan mengucapkan kata-kata yang membuat orang merasa dirinya rendah atau kurang berharga. Sebaliknya, mereka justru menunjukkan betapa berharganya semua manusia.
Mereka diterima dan dicintai karena membuat orang lain merasa diterima dan dicintai, dan bukannya merasa direndahkan. Demikianlah, seseorang menjadi besar dengan mengangkat orang lain, bukan dengan membesarkan diri dengan merendahkan orang lain.
Konsep

Sepanjang sejarah sudah banyak beredar macam-macam pemikiran yang mau menjadi alternatif . Tapi belum ada yang bisa menunjukkan keberhasilan. Semuanya nampak indah di atas kertas, tetapi ketika dipraktekkan di lapangan, kok ndak seindah konsepnya?
Yang bisa membuka mata dunia saat ini adalah contoh nyata. Konsep anda adalah konsep yang paling hebat, menurut anda? Baiklah. Beri kami contoh nyata, sekarang! (Jangan beri contoh "kejayaan di masa lalu" tapi beri contoh nyata di masa kini).
Banyak tokoh di masa lalu yang mengatakan bahwa Pancasila adalah konsep yang hebat. Tetapi dunia ndak percaya, sebab yang mereka amati adalah pelaksanaannya, bukan konsepnya.
Kalau dikatakan bahwa banyak orang takut terhadap konsep-konsep alternatif, barangkali ada benarnya. Mereka bukan takut bahwa apa yang mereka miliki akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik (apa ada orang yang takut dengan sesuatu yang lebih baik?). Tetapi biasanya orang takut bahwa apa yang mereka miliki akan diganti dengan sesuatu yang lebih buruk.
Dari mana datangnya ketakutan itu? Yang terutama bukan dari konsep-konsep yang beredar. Ketakutan itu bukan ketakutan pada konsep, tetapi ketakutan pada hal yang kelihatan. Ketakutan yang datang dari berbagai contoh nyata yang kelihatan.
Sekali lagi, contoh nyata menentukan.
Kebanyakan manusia di dunia (barat atau timur) bukanlah orang yang siang malam bergelut dengan konsep. Kebanyakan orang berurusan dengan hal-hal konkret. Itulah yang bisa menarik hati, atau membuat orang takut.
Yang bisa membuka mata dunia saat ini adalah contoh nyata. Konsep anda adalah konsep yang paling hebat, menurut anda? Baiklah. Beri kami contoh nyata, sekarang! (Jangan beri contoh "kejayaan di masa lalu" tapi beri contoh nyata di masa kini).
Banyak tokoh di masa lalu yang mengatakan bahwa Pancasila adalah konsep yang hebat. Tetapi dunia ndak percaya, sebab yang mereka amati adalah pelaksanaannya, bukan konsepnya.
Kalau dikatakan bahwa banyak orang takut terhadap konsep-konsep alternatif, barangkali ada benarnya. Mereka bukan takut bahwa apa yang mereka miliki akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik (apa ada orang yang takut dengan sesuatu yang lebih baik?). Tetapi biasanya orang takut bahwa apa yang mereka miliki akan diganti dengan sesuatu yang lebih buruk.
Dari mana datangnya ketakutan itu? Yang terutama bukan dari konsep-konsep yang beredar. Ketakutan itu bukan ketakutan pada konsep, tetapi ketakutan pada hal yang kelihatan. Ketakutan yang datang dari berbagai contoh nyata yang kelihatan.
Sekali lagi, contoh nyata menentukan.
Kebanyakan manusia di dunia (barat atau timur) bukanlah orang yang siang malam bergelut dengan konsep. Kebanyakan orang berurusan dengan hal-hal konkret. Itulah yang bisa menarik hati, atau membuat orang takut.
Sunday, July 16, 2006
Dialog

Menurut saya, dialog adalah suatu bentuk perayaan perbedaan (celebration of differences). Memang ada macam-macam makna dialog. Tapi saya selalu suka memandang dialog sebagai sikap dimana kita menikmati, menghargai, dan menggali kekayaan di dalam perbedaan.
Kita hidup di dunia di mana ada banyak orang yang ingin membuat semua orang menjadi sama. Yang dimaksud sama tentu saja adalah sama dengan ideologi yang mereka anut. Kalau para ilmuwan biologi khawatir dengan hilangnya biological diversity, maka saya kuatir dengan hilangnya ideological diversity.
Subscribe to:
Posts (Atom)