Tuesday, June 28, 2005

Keterbatasan dan Kemampuan Manusia

Saya ndak pernah punya pikiran "mengetahui yang Tuhan ketahui dan
menjadi sama seperti Tuhan". Lha, wong, Tuhan itu suatu misteri bagi
saya, kok! Bagaimana saya bisa menjadi sama dengan Tuhan?

Jangankan mengetahui yang Tuhan ketahui, wong mengetahui yang diketahui
tetangga sebelah saja saya ndak mampu, kok. Apalagi Tuhan!


Kalau manusia menyadari dirinya sendiri sebagaimana adanya, dengan
segala keterbatasannya, saya rasa ndak perlu lagi kita terlalu banyak
menyebut-nyebut "iblis". Saya curiga bahwa orang cenderung mengedepankan
"iblis" hanya untuk sekedar lari dari tanggung jawabnya sebagai manusia
yang mampu mengambil keputusan sendiri. Kalau salah mengambil keputusan,
dengan gampangnya lantas bilang:"Itu bukan salah saya, itu salah iblis!".


Manusia TIDAK MAMPU mengetahui semua yang Tuhan ketahui, jadi bagaimana
saya punya keinginan semacam itu? Marilah kita realistis saja. Sebesar
apapun keinginan saya untuk menjadi "hebat", akhirnya akan selalu
tersandung dan terjerembab di bumi realita.