Saya acapkali mendengar cerita tentang orang-orang hebat, yang berprestasi hebat, yang dikaruniai bakat dan kelebihan sejak lahir, dan menjadi tokoh yang dikagumi masyarakat.
Sungguh saya bersyukur dengan hadirnya orang-orang tersebut di dalam kehidupan kita. Mereka menyumbang sedemikian banyak pada kehidupan kita.
Dengan tetap menjaga kekaguman saya pada orang-orang hebat tadi, saya bertanya: "Apakah yang dapat saya buat dalam hidup saya?"
Jelas saya tidak akan mungkin meniru mereka, menjadi orang hebat. Saya sendiri hanya orang biasa, bersama-sama dengan lebih dari 90% umat manusia. Jika saya ingin menjadikan seseorang sebagai teladan saya, bukankah semua kualitas orang tersebut harus berada dalam jangkauan saya untuk saya teladani? Bagaimana saya meneladani seseorang yang kualitasnya ribuan kali lebih hebat dari saya?
Pertanyaan lebih jauh: "Apakah yang bisa dilakukan oleh orang-orang biasa, seperti saya ini?" Kualitas apakah yang terjangkau oleh orang-orang biasa? Hingga setinggi apakah kualitas yang bisa terjangkau oleh seorang biasa?
Monday, July 18, 2005
Sunday, July 17, 2005
Beriman dan Bersaksi
Manusia sangat terbatas pengalamannya. Ia hanya dapat mengalami setitik kebenaran dari lautan kebenaran yang maha luas. Kalaupun ia dapat bersaksi, maka ia pun hanya dapat bersaksi tentang setitik kebenaran itu.
Tetapi manusia juga dapat mengarahkan hidupnya kepada lautan kebenaran yang maha luas itu, yaitu melalui iman. Iman adalah tanggapan terhadap lautan kebenaran yang maha luas. Iman sekaligus juga adalah keputusan untuk mengarahkan dan menyerahkan hidup pada lautan kebenaran nan maha luas.
Tetapi manusia juga dapat mengarahkan hidupnya kepada lautan kebenaran yang maha luas itu, yaitu melalui iman. Iman adalah tanggapan terhadap lautan kebenaran yang maha luas. Iman sekaligus juga adalah keputusan untuk mengarahkan dan menyerahkan hidup pada lautan kebenaran nan maha luas.
Pencerahan
Jika seseorang yakin bahwa dia sudah mencapai pencerahan, dia BELUM mencapai pencerahan.
Jika seseorang membuat hidupnya sebagai sarana untuk mencapai pencerahan, dia TIDAK AKAN mencapai pencerahan.
Jika seseorang berkhotbah tentang cara-cara mencapai pencerahan, dia adalah seorang PEMBOHONG.
Jika seseorang membuat hidupnya sebagai sarana untuk mencapai pencerahan, dia TIDAK AKAN mencapai pencerahan.
Jika seseorang berkhotbah tentang cara-cara mencapai pencerahan, dia adalah seorang PEMBOHONG.
PPA
Sekarang ini banyak beredar Pasukan Pembela Agama (PPA).
PPA ini terdiri atas massa yang emosional dan beringas. Mereka menyerang dan menyerbu segala sesuatu yang mereka anggap sebagai musuh agama. Yang tidak senang dengan PPA menyebut mereka "teroris". Sedangkan massa anggota PPA memandang diri mereka sebagai pasukan yang berjuang di jalan Tuhan.
Yang mana diantara kedua sebutan itu yang benar?
Dua-duanya keliru!
Mereka bukan teroris, sebab teroris biasanya bergerak secara individual, dan mempunyai commitment yang bersifat pribadi. Namun mereka juga bukan pasukan yang berjuang di jalan Tuhan.
Lalu siapakah mereka?
Kata kuncinya adalah: "massa".
Agama sejati mengajak anda menjadi individu yang unik, mendengarkan panggilan Tuhan bagi anda, yang unik HANYA untuk anda. Anda BUKAN bagian dari massa, anda bukan sebutir pasir di sebuah gurun. Anda adalah sebuah pribadi yang unik. Jika anda mendengar suara Tuhan secara pribadi, dan menanggapinya secara bebas, maka anda berjuang di jalan Tuhan. Teroris memang mempunyai commitment pribadi, tetapi saya sangat meragukan bahwa mereka mendengar suara Tuhan dengan benar!
Jika anda menjadi bagian dari massa, maka anda kehilangan kemanusiaan anda. Massa tidak mempunyai jiwa, tidak mempunyai kepribadian, melainkan hanya segumpal entitas yang dikendalikan oleh sesuatu atau seseorang. Sebagai bagian dari massa, anda tidak lagi mengambil keputusan moral atas tindakan-tindakan anda, melainkan larut dan dikendalikan oleh gerakan massa tersebut.
PPA adalah massa yang digerakkan oleh seseorang atau sesuatu untuk menyerang sebuah musuh, yang bagi anggota massa itu telah menjadi "musuh bersama". Musuh yang mana yang menjadi sasaran penyerbuan massa PPA ini? Yang jelas, keputusannya bukan dipegang oleh individu-individu anggota massa tersebut. Yang terjadi adalah, individu-individu tersebut DIGERAKKAN (secara emosional dan ideologis) sehingga kumpulan individu-individu itu bertransformasi menjadi massa yang siap menyerang apa saja, sesuai pesanan!
PPA ini terdiri atas massa yang emosional dan beringas. Mereka menyerang dan menyerbu segala sesuatu yang mereka anggap sebagai musuh agama. Yang tidak senang dengan PPA menyebut mereka "teroris". Sedangkan massa anggota PPA memandang diri mereka sebagai pasukan yang berjuang di jalan Tuhan.
Yang mana diantara kedua sebutan itu yang benar?
Dua-duanya keliru!
Mereka bukan teroris, sebab teroris biasanya bergerak secara individual, dan mempunyai commitment yang bersifat pribadi. Namun mereka juga bukan pasukan yang berjuang di jalan Tuhan.
Lalu siapakah mereka?
Kata kuncinya adalah: "massa".
Agama sejati mengajak anda menjadi individu yang unik, mendengarkan panggilan Tuhan bagi anda, yang unik HANYA untuk anda. Anda BUKAN bagian dari massa, anda bukan sebutir pasir di sebuah gurun. Anda adalah sebuah pribadi yang unik. Jika anda mendengar suara Tuhan secara pribadi, dan menanggapinya secara bebas, maka anda berjuang di jalan Tuhan. Teroris memang mempunyai commitment pribadi, tetapi saya sangat meragukan bahwa mereka mendengar suara Tuhan dengan benar!
Jika anda menjadi bagian dari massa, maka anda kehilangan kemanusiaan anda. Massa tidak mempunyai jiwa, tidak mempunyai kepribadian, melainkan hanya segumpal entitas yang dikendalikan oleh sesuatu atau seseorang. Sebagai bagian dari massa, anda tidak lagi mengambil keputusan moral atas tindakan-tindakan anda, melainkan larut dan dikendalikan oleh gerakan massa tersebut.
PPA adalah massa yang digerakkan oleh seseorang atau sesuatu untuk menyerang sebuah musuh, yang bagi anggota massa itu telah menjadi "musuh bersama". Musuh yang mana yang menjadi sasaran penyerbuan massa PPA ini? Yang jelas, keputusannya bukan dipegang oleh individu-individu anggota massa tersebut. Yang terjadi adalah, individu-individu tersebut DIGERAKKAN (secara emosional dan ideologis) sehingga kumpulan individu-individu itu bertransformasi menjadi massa yang siap menyerang apa saja, sesuai pesanan!
kitab suci
Apa yang menyebabkan sebuah kitab suci menjadi kitab suci?
Ada dua tokoh sentral: Tuhan dan manusia.
Tuhan berbicara, manusia mendengar. Manusia berubah.
(1) "Tuhan Berbicara"
(2) "Manusia Mendengar"
(3) "Manusia Berubah"
Jika Tuhan tidak berbicara, kitab suci bukan kitab suci.
Jika manusia tidak mendengar, kitab suci bukan kitab suci.
Jika manusia tidak berubah, kitab suci bukan kitab suci.
Ada dua tokoh sentral: Tuhan dan manusia.
Tuhan berbicara, manusia mendengar. Manusia berubah.
(1) "Tuhan Berbicara"
(2) "Manusia Mendengar"
(3) "Manusia Berubah"
Jika Tuhan tidak berbicara, kitab suci bukan kitab suci.
Jika manusia tidak mendengar, kitab suci bukan kitab suci.
Jika manusia tidak berubah, kitab suci bukan kitab suci.
belum bijak
- Saya yakin bahwa .... (orang agama).
- Saya tidak tahu .... (orang awam)
- Saya tidak yakin, mungkin begini ... mungkin begitu, tapi saya tidak tahu tentang ... (orang bijak)
- Lho? (saya)
Saya tahu orang bijak itu seperti apa, karena itu saya tahu bahwa saya bukan (atau belum menjadi?) orang bijak. Ngomong-ngomong, kalau saya sudah menjadi orang bijak, jangan-jangan saya berhenti berkembang, tidak berusaha menjadi lebih baik. Sedangkan karena saya tahu saya belum menjadi orang bijak, maka saya terus berjalan. Nah, kalau begitu, lebih baik saya menjadi orang yang belum bijak
selama-lamanya!
Subscribe to:
Posts (Atom)