Sunday, January 25, 2004
Tuhan
Saturday, October 11, 2003
Keberuntungan?
Segala sesuatu ada penyebabnya. Demikian pula keberuntungan. Jika tiba-tiba ada produser studio rekaman yang tertarik dengan permainan musik anda, apakah itu suatu keberuntungan? Lama sebelumnya anda telah berlatih keras, dan anda memang mengembangkan secara maksimal bakat musik anda. Tanpa persiapan seperti itu, maka meskipun beribu-ribu produser rekaman telah menyaksikan permainan anda, tawaran tidak akan datang.
Kesempatan datang pada mereka yang telah menyiapkan diri.
Sunday, October 5, 2003
Dimanakah Firman Tuhan?
huruf-huruf mati di atas kertas. Menurut saya kitab suci yang sebenarnya tidak berbentuk buku, huruf-huruf mati di atas kertas, melainkan berwujud kehadiran Tuhan sendiri, pengalaman manusia, dan seluruh sejarah manusia itu sendiri.
Tentu saja bukan hal yang mudah untuk membaca "kitab suci" semacam ini. Maka kitab suci yang berbentuk buku akan membantu kita, sebab kitab suci itu ditulis oleh orang (atau orang-orang) yang telah berhasil membaca firman Tuhan yang sesungguhnya.
Kedua, Tuhan memang membuka rahasia alam, tetapi dengan cara mengaruniakan kemampuan akal kepada manusia sehingga manusia bisa melihat "Wahyu Tuhan" melalui alam semesta itu. Dengan demikian alam semesta adalah juga sebuah "kitab suci" raksasa yang terbentang dihadapan manusia untuk dibaca dan dipahami.
Dapat dikatakan bahwa yang saya anut bukanlah "agama kitab" (meskipun kitab suci masih tetap penting, bahkan sangat penting), melainkan "agama pengalaman".
Saturday, October 4, 2003
Sains di dalam Kitab Suci?
(apalagi penjelasn yang akurat) tentang alam semesta dan seisinya,termasuk manusia. Justru itulah salah satu tugas yang dibebankan Tuhan kepada manusia, yaitu memecahkan rahasia alam semesta dan seisinya.
Tuhan adalah guru sejati yang tidak ingin menyuapi manusia dengan ilmu yang sudah jadi, melainkan memotivasi manusia untuk memecahkan sendiri rahasia alam semesta tersebut. Itulah sebabnya mengapa kitab suci tidak memuat penjelasan saintifik. Tuhan memberi kita akal budi yang sangat hebat supaya kita berlomba-lomba menguak rahasia evolusi, big bang, superstring, DNA, protein folding, quantum, dsb. dengan usaha kita sendiri. Jika manusia berhasil menguak rahasia-rahasia tersebut dengan kekuatan sendiri, bukankah itu menunjukkan kebesaran dan kehebatan dari Yang Menciptakan manusia?
Tuesday, September 30, 2003
Agama?
Tuesday, July 29, 2003
Tentang Saya
Saya sempat menjadi editor/penulis buku sains sekolah dasar dan menengah di sebuah penerbitan di kawasan kelapa gading, jakarta, selama beberapa waktu. Sayangnya saya nggak bisa dibilang berhasil dalam pekerjaan ini. Untungnya (berhubung saya orang jawa, jadi selalu untung) pekerjaan ini membuat saya jadi senang menulis. Waktu itu saya menulis artikel-artikel ilmiah populer di sebuah majalah kecil yang cuma dibaca segelintir orang. Sekarang majalah itu sudah bangkrut (mungkin gara-gara tulisan saya ...). Tapi untungnya (untung lagi?) saya jadi lebih terlatih dalam menulis. Dulu tulisan-tulisan saya berbelit-belit dan sangat sulit dimengerti. Sekarang tulisan saya masih sulit dimengerti, he he he ..... tapi sudah nggak berbelit-belit seperti dulu! (Dengan demikian polemik antara berbelit-belit dan tidak berbelit-belit dianggap selesai. (red).)Saya juga pernah jadi guru fisika di sebuah sekolah menengah di daerah sentul, jawa barat, yaitu "Sekolah Menengah Bundo Kanduang" ("Bundo Kanduang" adalah nama warung padang favorit saya yang mangkal di sebelah sekolah tempat saya mengajar). Waktu itu saya berusaha sebaik-baiknya untuk menjadi guru yang baik, lho! Tapi, lagi-lagi, saya nggak berhasil. Sungguh kasihan murid-murid saya! Saya mengaku terus terang bahwa murid-murid yang jeblog itu kesalahan saya. Sedangkan yang berhasil itu memang sudah pinter dari sono-nya.
Hidup ini memang sulit. Tapi saya senang bermain dan mendengar musik. Saya suka kopi panas dan singkong goreng. Saya suka jalan-jalan sore, nonton film, baca buku yang aneh-aneh. Pokoknya saya senang menikmati hidup. Titik! Filsafat saya: "Nikmati hidup sebaik-baiknya. Yang sulit tetap akan sulit. Tetapi anda bisa menghadapi segala kesulitan SAMBIL menikmati hidup, bukan?"
Selain jalan-jalan sore dan nonton, saya juga menikmati sains. Saya pernah kuliah fisika, dan berhasil "lulus" dengan susah payah. Dan sekarang saya menikmati sains interdisipliner, yaitu perpaduan antara fisika, kimia, matematika, komputer, kopi panas, singkong goreng, dan musik jazz.
Saya dilahirkan di kota malang, jawa timur. Tapi saya menganggap bahwa hidup saya ini sungguh penuh dengan keberuntungan. Memang saya menghabiskan sebagian besar hidup saya di jakarta, tetapi saya tetap menganggap diri saya sebagai orang jawa.
Tetap merdeka,
Sunday, June 8, 2003
Questionnaire
Statistik bisa dirancang sespesifik mungkin, asalkan variabelnya bisa dikuantifikasi. Contoh: data administratif perpindahan agama adalah data kuantitatif, oleh karena itu bisa di-statitistikan.
Dalam design questionnaire (terutama dalam ilmu sosial), seringkali muncul juga pertanyaan-pertanyaan yang bersifat kualitatif. Ini bukan masalah gampang.
Contoh:
Misalkan anda bertanya: Seberapa dalamkah penghayatan agama anda?
Anda diberi pilihan:
1. Sangat dalam
2. Dalam
3. Cukup dalam
4. Agak dalam
5. Kurang dalam.
Dari segi design questionnaire, bentuk pertanyaan di atas ini kurang baik, sebab sangat bergantung pada interpretasi subyektif si responden.
Yang lebih baik (dan signifikan untuk statistik), adalah sbb.
Seberapa sering anda berdoa?
1. Lebih dari 5 kali sehari
2. 5 kali sehari
3. Kurang dari 5 kali sehari
4. Beberapa kali seminggu.
5. Kurang dari beberapa kali seminggu
Singkatnya, interpretasi diserahkan pada si analis, bukan di tangan responden.